Alur Perijinan

 

SESUAI DENGAN PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 26 TAHUN 2009 TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR 7 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN ANGKUTAN ORANG DI JALAN DENGAN KENDARAAN UMUM

 

Jenis Pelayanan Izin terdiri dari :

 

a. Izin Usaha Angkutan;
  1. Angkutan Orang dalam trayek;
 

2. Angkutan Orang tidak dalam trayek.

b. Izin Trayek;
  1. Izin Trayek Angkutan Kota
  2. Izin Trayek Angkutan Perbatasan;
  3. Izin Trayek Angkutan Khusus meliputi :
     1. Angkutan Karyawan;
     2. Angkutan Permukiman.
c. Izin Operasi;
  1. Izin Operasi Angkutan Taksi;
  2. Izin Operasi Angkutan Serbaguna (Angguna);
  3. Izin Operasi Angkutan Lingkungan.
d. Izin Insidentil.

PERSYARATAN

a. Izin Usaha Angkutan :
  1. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
  2. foto copy akte pendirian perusahaan bagi pemohon yang berbentuk badan usaha, akte pendirian koperasi bagi pemohon yang berbentuk koperasi, tanda jati diri bagi pemohon perorangan;
  3. surat keterangan domisili perusahaan;
  4. foto copy surat izin tempat usaha;
  5. surat pernyataan kesanggupan untuk memiliki atau menguasai 5 (lima) kendaraan bermotor;
  6.  surat pernyataan kesanggupan untuk menyediakan fasilitas penyimpanan kendaraan (garasi/pool).
b. Izin Trayek :
  1.  foto copy Izin Usaha Angkutan;
  2.  surat pernyataan kesanggupan untuk memenuhi seluruh kewajiban sebagai pemegang izin trayek;
  3. surat pernyataan yang menerangkan bahwa pemohon memiliki atau menguasai kendaraan bermotor yang laik jalan yang dibuktikan dengan foto copy Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNKB), sesuai domisili perusahaan dan foto copy buku uji kendaraan bermotor;
  4. surat pernyataan yang menerangkan bahwa pemohon menguasai fasilitas penyimpanan/pool kendaraan bermotor yang dibuktikan dengan gambar lokasi dan bangunan serta surat keterangan mengenai pemilikan atau penguasaan;
  5 surat pernyataan yang menerangkan bahwa pemohon memiliki atau bekerjasama dengan pihak lain yang mampu menyediakan fasilitas pemeliharaan kendaraan bermotor sehingga dapat merawat kendaraannya untuk tetap dalam kondisi laik jalan;
  6. surat keterangan kondisi usaha, seperti permodalan dan sumber daya manusia;
  7. surat keterangan komitmen usaha, seperti jenis pelayanan yang akan dilaksanakan dan standar pelayanan yang diterapkan.
c. Izin Operasi :
  1. foto copy Izin Usaha Angkutan;
 

2.

surat pernyataan kesanggupan untuk memenuhi seluruh kewajiban sebagai pemegang Izin Operasi;
  3. surat pernyataan yang menerangkan bahwa pemohon memiliki atau menguasai kendaraan bermotor yang laik jalan yang dibuktikan dengan foto copy Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor sesuai domisili perusahaan dan foto copy buku uji kendaraan bermotor;
  4. surat pernyataan yang menerangkan bahwa pemohon menguasai fasilitas penyimpanan/pool kendaraan bermotor yang dibuktikan dengan gambar lokasi dan bangunan serta surat keterangan mengenai pemilikan atau penguasaan;
  5. surat pernyataan yang menerangkan bahwa pemohon memiliki atau bekerjasama dengan pihak lain yang mampu menyediakan fasilitas pemeliharaan kendaraan bermotor sehingga dapat merawat kendaraannya untuk tetap dalam kondisi laik jalan;
  6. surat keterangan kondisi usaha, seperti permodalan dan sumber daya manusia;
  7. surat keterangan komitmen usaha, seperti jenis pelayanan yang akan dilaksanakan dan standar pelayanan yang diterapkan.
d. Izin Insidentil :
 

1.

foto copy Izin Trayek/Izin Operasi;
  2. foto copy Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK);
  3. foto copy Surat Tanda Uji Kendaraan (STUK).

Syarat Daftar ulang untuk Izin Trayek dan Izin Operasi

a. Kartu Pengawasan sebelumnya;
foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP);
c. foto copy Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang masih berlaku;
d. foto copy Surat Izin Usaha;
e. foto copy Izin Trayek/Izin Operasi;
f.  foto copy Surat Tanda Uji Kendaraan (STUK) yang masih berlaku.

Waktu proses pemberian pelayanan :

a. Izin Usaha Angkutan selama 7 (tujuh) hari kerja;
b. Izin Trayek dan Izin Operasi selama 7 (tujuh) hari kerja;
c. Izin Insidentil selama 2 (dua) hari kerja;
d. Kartu Pengawasan selama 2 (dua) hari kerja;
e. Perpanjangan Izin Trayek dan Izin Operasi selama 3 (tiga) hari kerja.