• DIRGAHAYU INDONESIA KU
  • Joyoboyo
  • Purabaya
  • Park And Ride
  • E-DISHUB - Dinas Perhubungan Kota Surabaya

SETIAP JUMAT AKHIR BULAN, PNS PEMKOT SURABAYA WAJIB GOWES KE KANTOR

Dalam rangka mengurangi emisi dan polusi di Kota Surabaya, Pemerintah kota Surabaya membuat program bersepeda ke kantor. Kebijakan ini merupakan arahan Walikota Surabaya Tri Rismaharini untuk mengaktifkan kembali jalur-jalur sepeda yang sudah dibuat Pemkot di sejumlah ruas jalan. Selain itu, diharapkan program ini bisa menbuat PNS Pemkot jadi lebih sehat dan bugar. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya M. Fikser, di Surabaya mengatakan tim Pemkot Surabaya sudah melakukan rapat terkait teknis pelaksanaan program gowes di lingkungan PNS ini. "Surat edarannya kini sedang disiapkan untuk disebar ke seluruh instansi di Pemkot Surabaya. Bahwa semua PNS mulai Jumat (29/9/2017) harus gowes ke kantor," katanya. Sosialisasi secara lisan sudah dilakukan, tinggal surat edarannya akan segera diedarkan. Saat berangkat dari rumah para pegawai diperkenankan untuk memakai pakaian olahraga berbahan kaos lalu bisa berganti pakaian kerja sesampainya di kantor. Hal ini juga berlaku bagi PNS yang berada di luar Kota Surabaya, mereka dilarang menggunakan kendaraan pribadi.  Demi kelancaran gowes ke kantor bagi PNS, kompleks wilayah Jalan Sedap Malam, Taman Surya, dan Jalan Jimerto akan disterilkan. Tidak boleh ada kendaraan bermotor yang lewat sebagaimana saat dilaksanakan "car free day". Kendaraan teknis dan operasional juga akan dialihkan untuk parkir di tempat lain, dan area parkirhanya dibolehkan untuk meletakkan sepeda gowes para PNS tersebut. (din/*)

DISHUB KOTA SURABAYA GELAR PEMBINAAN KESELAMATAN LALU LINTAS BAGI MASYARAKAT

Rabu (20/09/217), Dinas perhubungan Kota Surabaya kembali menggelar Pembinaan Keselamatan Lalu Lintas. Kali ini Pembinaan ditujukan untuk masyarakat yang terdiri dari guru TK/Paud yang ada di Kota Surabaya dengan tema “Menuju Surabaya Tertib Berlalu Lintas”. Acara dilaksanakan di Aula Dishub Kota Surabaya sebagai pembicara hadir perwakilan dari Dishub Prov Jatim, Satlantas Polrestabes Surabaya, Jasa Raharja, (Ikatan Motor Indonesia) IMI Jatim dan MPM Honda. Dalam kegiatan ini masyarakat diberikan beberapa materi seperti keselamatan berlalu lintas dijalan dan perlintasan KA, teknik berlalu lintas, asuransi kecelakaan lalu lintas hingga safety riding. Materi tentang keselamatan berlalu lintas dijalan dan perlintasan KA disampaikan oleh Dishub Prov Jatim kemudian dilanjutkan dengan materi teknik berlalu lintas dari Satlantas Polrestabes Surabaya. Kemudian masyarakat mendapat materi tentang asuransi ketika terjadi kecelakaan lalu lintas dari Jasa Raharja. Selain masyarakat Dishub Kota Surabaya juga secara rutin melakukan sosialisasi keselamatan lalu lintas ke pelajar. Harapannya agar semua lapisan masyarakat bias menyadari dan memahami pentingnya menjaga keselamatan selama dijalan.(Rif)

SURABAYA RAIH PENGHARGAAN LEARNING CITY DARI UNESCO

Nama Surabaya kini semakin mendunia. Kota Pahlawan kembali mendapatkan apresiasi positif dari dunia. Surabaya menjadi satu dari 16 kota di dunia yang mendapatkan UNESCO Learning City Award di tahun 2017 ini. Penghargaan tersebut diterima Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Cork, Rep.Irlandia, pada Senin (18/9) di sela-sela International Conference on Learning Cities (ICLC) ke-2 yang berlangsung 15-21 September 2017.

Ke-16 pemenang UNESCO Learning City Award dipilih oleh dewan juri internasional karena kemajuan luar biasa yang dicapai dalam mempromosikan pendidikan dan kehidupan seumur hidup. Kota-kota ini dinilai telah berada pada tahap yang berbeda untuk berkembang menjadi kota belajar. Kesemuanya menghadapi tantangan baik ekonomi, politik, sosial atau lingkungan yang spesifik untuk masing-masing wilayah dan telah berhasil menentukan pendekatan yang diadopsi.

Khusus untuk Surabaya, kota yang tahun 2016 lalu jadi tuan rumah Prepcom Habitat III ini dinilai telah mempromosikan ‘helix approach’ (pendekatan helix), yang mencakup keterlibatan semua pemangku kepentingan untuk memastikan upaya meningkatkan kesempatan belajar dan memprioritaskan kepentingan masyarakat.

Selain Surabaya, pemenang Learning City 2017 Bristol (Inggris Raya dan Irlandia Utara), Câmara de Lobos (Portugal), Contagem (Brasil), Gelsenkirchen (Jerman), Giza (Mesir), Hangzhou (China), Larissa (Yunani), Limerick (Irlandia), Mayo-Baléo (Kamerun), N’Zérékoré (Guinea), Okayama (Jepang), Pécs (Hungaria), Surabaya (Indonesia), Suwon (Korsel), Tunis (Tunisia), Villa María (Argentina).

Direktur UNESCO Institute for Lifelong Learning (UIL), Arne Carlsen menyampaikan ucapan selamat kepada kota-kota yang mendapatkan penghargaan atas usaha dan pengabdian mereka yang besar untuk mempromosikan akses terhadap pendidikan dan kesempatan belajar seumur hidup bagi warganya. Menurutnya, upaya ini mengesankan dan berjalan jauh untuk memastikan standar kehidupan yang lebih baik bagi semua orang.

“Saya berharap UNESCO Learning City Award akan memotivasi kota-kota lain di seluruh dunia untuk terus berupaya mencapai keseluruhan pembangunan secara keseluruhan guna mendapatkan pembelajaran seumur hidup, "kata Arne Carlsen.

Setelah menerima penghargaan, Wali Kota Tri Rismaharini diminta oleh UNESCO untuk menjadi pembicara di hadapan wali kota dunia yang diundang. Wali kota memaparkan tentang perkembangan kota secara menyeluruh mulai kebersihan hingga pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM), di Surabaya yang berkembang sangat drastis. Sebelumnya, Wali Kota Tri RIsmaharini mengatakan, menurut perwakilan Indonesia di Unesco, Indonesia baru pertama kali mendapatkan penghargaan ini.

UNESCO Global Network of Learning Cities merupakan jaringan berorientasi kebijakan internasional yang memberikan inspirasi, pengetahuan dan praktik terbaik. GNLC UNESCO mendukung dan memperbaiki praktik pembelajaran seumur hidup di kota-kota di dunia dengan mempromosikan dialog kebijakan dan pembelajaran sebaya di antara kota-kota anggota; menempa link; mendorong kemitraan; menyediakan pengembangan kapasitas; dan mengembangkan instrumen untuk mendorong dan mengenali kemajuan yang dicapai dalam membangun kota belajar.

UNESCO mendefinisikan kota belajar sebagai kota yang memobilisasi sumber dayanya secara efektif di setiap sektor untuk mempromosikan pembelajaran inklusif dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, merevitalisasi pembelajaran dalam keluarga dan masyarakat, memfasilitasi pembelajaran untuk dan di tempat kerja, memperluas penggunaan teknologi pembelajaran modern, meningkatkan kualitas dan keunggulan dalam pembelajaran, dan mendorong budaya belajar sepanjang hidup.

Facebook FanPage

Dokumentasi Lapangan

Galery Kegiatan

Video Terbaru